
Dalam menyambut Hari Ginjal Sedunia
2013, Perhimpunan Nefrologi Indonesia (PERNEFRI) bersama dengan Danone
Research International tahun ini mengingatkan kembali akan pentingnya menjaga
kesehatan ginjal terutama dengan menjaga hidrasi tubuh yang baik.
Ginjal memiliki fungsi
yang luar biasa dalam tubuh manusia. Ginjal berfungsi untuk menyaring racun
dan zat-zat sisa dalam darah, menjaga keseimbangan volume dan komposisi
cairan tubuh, serta menjaga konsentrasi elektrolit dan keseimbangan asam
basa. Selain itu ginjal juga menghasilkan hormon yang membantu produksi sel
darah merah.
Gangguan fungsi ginjal
dapat disebabkan oleh berbagai hal. Menurut dr Dharmeizar, Sp PD-KGH, ketua
PERNEFRI, gangguan ginjal akut dapat terjadi misalnya akibat diare dan
muntah-muntah (muntaber)
yang menyebabkan terjadinya dehidrasi, atau akibat perdarahan hebat yang
menyebabkan perfusi darah ke ginjal berkurang.
Pada gangguan ginjal yang
bersifat akut, fungsi ginjal masih dapat kembali normal jika penyebabnya
ditangani. Namun yang menjadi masalah adalah penyakit ginjal kronis (PGK),
dimana penyakit terjadi perlahan-lahan sehingga pada stadium awal cenderung
tidak bergejala dan tidak disadari oleh penderitanya. Umumnya gejala baru
muncul setelah stadium IV atau V. Padahal penanganan sebaiknya dilakukan
sejak stadium awal karena pada penyakit ginjal kronis, fungsi ginjal tidak
bisa kembali normal, yang dapat dilakukan adalah penanganan untuk mencegah
progresifitas penyakit sehingga tidak menjadi gagal ginjal atau penyakit
ginjal stadium akhir (End
Stage Renal Disease). Pada penyakit ginjal yang sudah mencapai
stadium akhir (end stage)
perlu dilakukan terapi pengganti ginjal berupa hemodialisis (cuci darah),
peritoneal dialysis, dan transplantasi ginjal.
Penyebab terjadinya
penyakit ginjal kronis yang paling sering adalah diabetes mellitus. Menurut
dr Dharmeizar Sp PD-KGH, sekitar 20-30% penderita diabetes mellitus mengalami
komplikasi ke ginjal. Dan sekitar 50% pasien hemodialisa adalah penderita
diabetes mellitus. Selain diabetes mellitus, penyebab lain penyakit ginjal
kronis adalah hipertensi, penyakit ginjal polikistik, glomerulonefritis
kronis, sumbatan/obstruksi (misalnya akibat batu) dan infeksi saluran
kencing.
Terdapat berbagai faktor
yang menyebabkan seseorang lebih berisiko untuk terkena penyakit ginjal
kronis, yaitu usia lebih dari 50 tahun, menderita diabetes mellitus,
menderita hipertensi, merokok, obesitas, dan memiliki riwayat keluarga dengan
penyakit ginjal kronis.
Untuk mencegah terjadinya
penyakit ginjal, maka kesehatan ginjal dapat dijaga dengan 8 langkah :
-
Menjaga
kesehatan dan rutin berolah raga
-
Menjaga
kadar gula darah tetap stabil
-
Menjaga
tekanan darah dalam batas normal
-
Mengkonsumsi
makanan sehat dan menjaga berat badan
-
Minum
air sedikitnya delapan gelas sehari
-
Tidak
merokok
-
Tidak
mengkonsumsi obat sembarangan
-
Memeriksa
fungsi ginjal segera apabila memiliki faktor risiko terkena penyakit
ginjal
Liliana Jimenez, PhD dari Danone Research International
mengatakan bahwa penting sekali menjaga kesehatan ginjal, karena manusia
hanya memiliki dua buah ginjal. Pencegahan terjadinya penyakit ginjal lebih
penting, mudah, dan murah dibandingkan jika seseorang sudah terkena penyakit
ginjal. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan menjaga hidrasi
tubuh yang baik, yaitu dengan minum air putih dalam jumlah yang cukup
(sekitar 2 liter setiap hari).
Minum air putih yang cukup
mampu mencegah terjadinya berbagai penyakit seperti infeksi saluran kemih dan
terbentuknya batu ginjal yang dapat menyebabkan terjadinya penyakit ginjal
kronis. Dr.dr. Parlindungan Siregar Sp.PD-KGH menjelaskan bahwa, bila dalam
garis keturunan ada bakat timbul batu saluran kemih sebaiknya minum air putih
yang cukup, kira-kira 2-3 liter per hari. Namun asupan minum yang banyak ini
hanya diperuntukan bagi orang yang berusia dibawah 65 tahun dan memiliki
fungsi ginjal yang normal. Pada orang yang berusia lebih dari 65 tahun
dianjurkan untuk jangan minum terlalu banyak, maksimal 1.5 liter per hari, karena
dapat menyebabkan terjadiya penurunan kadar natrium yang biasanya membuat
penderita mengantuk dan mudah jatuh. Jumlah asupan air juga harus dibatasi
pada penderita dengan gangguan fungsi ginjal.
Selain itu, dr Dharmeizar
Sp.PD-KGH menjelaskan bahwa batu saluran kencing yang berupa batu kalsium
bisa terbentuk jika kalsium berikatan dengan oksalat. Di dalam teh banyak
terkandung oksalat, untuk itu terutama pada orang yang memiliki riwayat
keluarga dengan penyakit ginjal dianjurkan lebih baik untuk minum air putih.
Minum air putih yang cukup
menghasilkan urin dalam jumlah yang cukup juga. Urin yang encer mencegah
terjadinya presipitasi atau pengendapan dari kristal-kristal yang dapat
membentuk batu. Selain itu, banyak minum air yang mengandung sitrat (seperti
yang terdapat pada jeruk nipis) dan membatasi asupan protein <50gram/hari
juga dapat mencegah terjadinya batu pada saluran kencing. Dr.dr. Parlindungan
Siregar Sp.PD-KGH menambahkan, untuk minuman lain seperti kopi dapat memiliki
efek yang membuat seseorang lebih sering berkemih, dengan demikian dianjurkan
untuk lebih banyak minum air putih. Dengan minum air putih yang cukup berarti
kita membantu menyelamatkan ginjal dari risiko penyakit ginjal, (sumber
: www.medicastore.com).
No comments:
Post a Comment