Kunci sukses menurunkan berat badan ternyata sangat sederhana. Jika
Anda makan lebih banyak kalori daripada membakarnya, maka berat badan
akan naik. Sebaliknya, jika Anda makan sedikit kalori namun memperbanyak
olahraga untuk membakarnya, maka berat badan akan turun. That’s it!
Dikutip dari laman helpguide.com, 3.500 kalori setara dengan sekitar
satu pon lemak. Apabila Anda membakar 500 kalori dari makanan Anda
setiap hari, Anda akan kehilangan sekitar satu pon seminggu (500 kalori x
7 hari = 3.500 kalori). Sederhana, kan?
Lalu mengapa penurunan berat badan begitu sulit?
Jawabannya, bisa jadi selama ini Anda menerapkan pola makan yang
kurang tepat, sehingga kalori tak kunjung turun. Untuk memulai penurunan
berat badan yang sehat, simaklah beberapa langkah-langkah berikut ini.
Yuukk...!
Pikirkan perubahan gaya hidup, bukan diet jangka pendek
Langsing
permanen bukanlah sesuatu yang dapat dicapai dengan cepat. Sebaliknya,
cobalah berpikir tentang penurunan berat badan sebagai perubahan gaya
hidup, sebuah komitmen permanen untuk kesehatan hidup. Berbagai diet
populer dapat membantu penurunan berat badan, tetapi perubahan permanen
dalam gaya hidup serta makanan Anda akan bekerja untuk jangka panjang .
Butuh dukungan
Carilah dukungan untuk mengubah
gaya hidup dan pola makan sehat dari keluarga, teman, atau dukungan
kelompok/komunitas Anda. Motivasi dari setiap orang yang mendukung Anda
akan membuat Anda bersemangat untuk menjalani hari demi hari ketika
diet.
Perlahan tapi pasti
Demi menghilangkan lemak 0,5
kg sampai 1 kg per minggu Anda tidak dapat melakukan diet-diet yang
ekstrim sebab hal ini akan memicu efek samping untuk kesehatan, antara
lain merasa lesu, dehidrasi, dan sakit. Bahkan, bila Anda kehilangan
banyak berat badan dengan cepat, kemungkinan besar yang hilang adalah
air dan otot, bukan lemak.
Catat perkembangan diet Anda
Buatlah jurnal
makanan dan menimbang diri sendiri secara teratur. Catat berapa kg yang
bisa dihilangkan setiap minggu. Dengan mengetahui perkembangan upaya
penurunan berat badan, Anda akan tetap termotivasi.

No comments:
Post a Comment